Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 05 Desember 2012

Yang Benar Saja Salah, Apalagi yang Salah??!

     "Yang BENAR saja SALAH, apalagi yang SALAH??!!". Mungkin kalimat tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita,masyarakat Indonesia. Mengingat begitu banyak peristiwa-peristiwa/kejadian-kejadian yang mengganjal terjadi di negeri ini. Terkadang sesuatu yang BENAR bisa menjadi SALAH (bukan terkadang si,tapi kebanyakan memang begitu.heheh...),apalagi hal yang SALAH. Bahkan sesuatu yang SALAH bisa berubah menjadi BENAR. Ya,itulah ajaibnya negeri ini. Berbagai macam perbedaan kepentingan telah menimbulkan konflik-konflik yang timbul,sehingga tidak ada lagi KEBENARAN yang sesungguhnya,yang ada hanyalah KEBENARAN yang dipaksakan menjadi benar.
     Situasi dan kondisi seperti ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang biasa, Situasi dan Kondisi seperti ini telah menimbulkan teror di masyarakat. Telah menyebabkan masyarakat menjadi takut untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Kepercayaan masyarakat akan pihak-pihak pembuatan keputusan telah menurun drastis. Sehingga terjadi suatu sistem yang tidak sehat dan tidak seimbang di dalam kehidupan bermasyarakat, dimana interaksi dan komunikasi sudah tidak berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat lebih memilih diam daripada berbicara dan bertindak.
     Tentunya pihak-pihak pembuat keputusan juga tidak bisa di salahkan sepenuhnya. Mungkin mereka juga sudah "terbutakan" oleh suatu proses yang sudah terselimuti dengan konflik-konflik kepentingan. Bisa saja prosesnya yang telah di "modifikasi" sehingga menimbulkan penafsiran berbeda dari si pembuat keputusan, sehingga keputusan yang di ambil menjadi salah. Atau proses pengidentifikasian kebenaran sudah betul, tetapi si pembuat keputusan yang membuat sebuah kesalahan berkedok kebenaran.
     Parahnya lagi,situasi ini berdampak kepada sistem kehidupan dalam skala kecil. Dalam hubungannya masyarakat dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal,lingkungan kerja,bahkan lingkungan keluarga. Sisi positifnya,membuat kita lebih berhati-hati dalam mengidentifikasi suatu kebenaran,apakah kebenaran itu memang benar adanya. Ataukah kebenaran itu hanyalah sebuah kesalahan yang berkedok kebenaran, atau kebenaran yang di paksa menjadi benar. Pastinya hal ini akan menimbulkan sebuah kebingungan. Ya,dalam kondisi seperti ini,keyakinan kitalah yang memiliki peran paling besar.
     Marilah kita mulai menilai suatu kebenaran berdasarkan realita keyakinan yang telah diajarkan oleh Allah SWT. Berdasarkan surah At-Takaasur 102:5-8, keyakinan akan suatu kebenaran dibagi kedalam tiga tingkatan, yaitu:
  1. Ilmul Yaqin; Keyakinan akan suatu kebenaran berdasarkan ilmu, yaitu mengetahui suatu kebenaran dengan cara mempelajari ilmu yang sudah ada mengenai pengetahuan tentang hal tersebut. ‘Ilmul Yaqin bisa dijadikan sebagai salah satu dasar pembenar suatu fakta yang objektif dalam taraf yang paling rendah. Tetapi walaupun ilmu didapat berdasarkan fakta kebenaran, adakalanya dalam penyampaian ilmu tidak tersampaikan secara sempurna, entah karena kelemahan pembawa ilmu atau si penerima ilmu. Dengan demikian ‘Ilmu Yaqin belum tentu menghasilkan kebenaran yang objektif.
  2. Ainul Yaqin; Keyakinan akan suatu kebenaran berdasarkan penyaksian, yaitu mengetahui suatu kebenaran dengan cara melihat langsung fakta yang ada.  Ainul Yaqin menjadi dasar pembenar yang lebih objektif atas fakta suatu kebenaran. 
  3. Haqqul Yaqin; Keyakinan akan suatu kebenaran berdasarkan pengalaman, yaitu mengetahui suatu kebenaran dengan cara mengalaminya langsung. Haqqul Yaqin menjadi dasar pembenar yang paling objektif atas fakta suatu kebenaran. Karena orang bisa mengetahui fakta suatu kebenaran berdasar pengalaman yang dialami sendiri, sehingga sulit terbantahkan kebenarannya.
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Khfi 18:29, “Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhan mu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa ingin (kafir) biarlah ia kafir…”. Pada hakikatnya kebenaran memang hanya milik Allah swt semata, tetapi manusia sebagai makhluk ciptaan Nya memiliki keistimewaan dikaruniai akal untuk berpikir, dapat digunakan mendapat fakta suatu kebenaran yang paling objektif melalui ‘Ilmul Yaqin, ‘Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin.

 

Kamis, 22 November 2012

Tragedi Munich 1958

Ketika mendengar kata MANCHESTER UNITED, orang-orang pasti sudah tahu bahwa itu adalah sebuah tim sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester. Tim ini telah menorehkan berbagai prestasi, baik di kompetisi domestik maupun internasional. Tetapi tahukah,bahwa pada tahun 1958 tim ini pernah mengalami sebuah kecelakaan pesawat yang merenggut hampir seluruh skuad United saat itu. Berikut sekilas mengenai peristiwa itu yang kemudian lebih di kenal dengan nama "Tragedi Munich 1958".


     Pada tahun 1958, United bertandang ke Yugoslavia untuk bertanding menghadapi Red Star Belgrade dalam sebuah ajang pertandingan Piala Eropa 1957-1958. Petaka terjadi pada saat perjalanan pulang ke Manchester (6 Februari 1958 pukul 15.04 waktu setempat). Pesawat yang di gunakan saat itu adalah pesawat sekelas Airspeed Ambasador (British European Airways penerbangan 609) . Pesawat harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar. Setelah mengisi bahan bakar, sang pilotKapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek. Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

     Pasca kecelakaan diadakanlah sebuah penyelidikan. Pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata. Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.

     Tragedi Munich tanggal 6 Februari 1958 itu merenggut nyawa 8 pemain tim – Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan – dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.  Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karir sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munich mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

     Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun ketika  Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan banyak pemain, mereka bisa mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi Munich.

     Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki sisi skill teknis dan keatletisan yang luar biasa. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

     Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para korban "tragedi Munich 1958", pihak klub membuat plakat memorial Munich yang saat ini berdiri di sisi tribun East Stand. Bentuknya adalah replika Old Trafford jika di lihat dari sisi udara. Selain Plakat Memorial Munich, salah satu bentuk penghormatan lain adalah Jam Memorial Munich yang juga di tempatkan di salah satu sudut Old Trafford.

Untuk mengenang tragedi ini, sebuah band folk dari Liverpool membuat sebuah lagu yang berjudul "The Flowers of Manchester" yang di dedikasikan untuk The Busby Babes (sebutan untuk skuad United pada saat itu). Berikut adalah lirik lagu "The Flowers of Manchester" :

One cold and bitter Thursday, in Munich, Germany,
Eight great football stalwarts conceded victory,
Eight men will never play again, who met destruction there,
The Flowers of English football, the flowers of Manchester.

Matt Busby's boys were flying home, returning from Belgrade,

This great United family, all masters of their trade,
The pilot of the aircraft, the skipper Captain Thain,
Three times he tried to take off and twice turned back again.

The third time down the runaway, disaster followed close,

There was slush upon that runaway and the aircraft never rose,
It ploughed into the marshy ground, it broke, it overturned.
And eight of the team were killed when the blazing wreckage burned.

Roger Byrne and Tommy Taylor, who were capped for England's side.

And Ireland's Billy Whelan and England's Geoff Bent died,
Mark Jones and Eddie Colman, and David Pegg also,
They all lost their lives, as it ploughed on through the snow.

Big Duncan he went too, with an injury to his brain,

And Ireland's brave Jack Blanchflower will never play again,
The great Matt Busby lay there, the father of this team
Three long months were to pass, before he walked again.

The trainer, coach and secretary, and a member of the crew,

And eight great sporting journalists, who with United flew,
And one of them was Big Swifty, who we'll ne'er forget,
The finest English goalkeeper that ever graced the net.

Oh, England's finest football team, its record truly great,

It's proud successes mocked by a cruel turn of fate.
Eight men will never play again, who met destruction there,
The flowers of English football, the flowers of Manchester!

Selain itu, pada tahun 2004, Steven Patrick Morrissey juga membuat sebuah lagu sebagai ungkapan kerinduannya kepada The Busby Babes, lagu tersebut berjudul "Munich Air Disaster 1958". Berikut adalah lirik lagu tersebut:

We love them
We mourn for them
Unlucky boys of Red

I wish I'd gone down

Gone down with them
To where Mother Nature makes their bed

We miss them

Every night we kiss them
Their faces fixed in our heads

I wish I'd gone down

Gone down with them
To where Mother Nature makes their bed

They can't hurt you

Their style will never desert you
Because they're all safely dead

I wish I'd gone down

Gone down with them

Yang paling anyar adalah sebuah band dari Sunderland yang bernama The Futureheads, di dalam album kedua mereka yang di rilis pada tahun 2005, terdapat sebuah lagu yang berjudul "News and Tributes". Lagu ini mereka buat untuk mengenang tragedi di Munich. Berikut adalah lirik lagunya:

Cut down in their prime,
In silence, on that day,
February 58, they got what they need,
From Belgrade and back home to sleep.

More than a name, to millions,

What could have been changed,
By all the boys leaving Munich on that day,
The snow came and sent them to sleep.

[CHORUS]


(This, fall, was, greater than them all)

News and tributes come leaking (in)
As all eyes turn to Rome,
I forgotten the sadness (feel)
Voices turn us towards.

Cut down in their prime,

In silence, on that day,
February 58, they got what they need,
From Belgrade and back home to sleep.

[CHORUS]


(This, fall, was, greater than them all)

News and tributes come leaking (in)
As all eyes turn to Rome,
I forgotten the sadness (feel),
Voices turn us towards.
They're still singing despite the (years)
Sending them back into Rome,
There's a ringing in the (ears),
That lasts them here to war.

News and tributes,

(Lick it in
Lick it in,
Lick it in)



 

Rabu, 21 November 2012

Untukmu,saudaraku....

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight....


Lagu ini kembali terdengar di telingan kita.....
konflik yang kembali memanas,seolah konflik ini tiada akhir....
ketika mendengarkan lagu ini,dan menghayati tiap bait kata yang terlantun....
seakan lisan ini kelu,tak mampu lagi berucap....
tanganpun menjadi kaku,tak tau apa yang harus ku tulis....
tak terbayangkan bagaimana jika aku yang berada disana....
dapatkan aku bertahan menghadapi situasi seperti itu ???
Aku rasa tidak...raga dan batin ini lemah...

Ya Allah Ya Tuhanku,berikanlah perlindungan kepada saudara-saudaraku...
berikan mereka kekuatan,kesabaran,dan ketabahan...
Semoga konflik ini segera berakhir....
Semoga kata "DAMAI" tidak hanya menjadi lantunan dalam tiap doa kami...
Wujudkanlah "DAMAI" itu dalam kehidupan mereka.....
Teriring doa selalu untuk mereka....

Kamis, 15 November 2012

What should i do?!?!

Hari hari yg berat sedang ku jalani.
Ku berusha untuk dapat melewatinya dgn sebaik2nya.
Tapi ku tak kuasa,ketika keputusasaan datang melanda.
Kebimbangan kian menjadi.
Keraguan selalu menghampiri.
Ku hanya bisa berharap semua kan baik2 saja.


Aku hanya seorang manusia biasa.
Di saat mental ku terjatuh,ku butuh penopang hidupku.
Yang memapahku dalam kesendirian.
Membawaku ke titik terang sebuah pengharapan.

Saat lisanku tak mampu berkata.
Saat ragaku tak mampu bertindak.
Saat hatiku tak mampu lagi berbicra.
Hanya air mata yg dapat mengungkpkan sgalanya...

Ak benar benar tak tau lagi apa yang harus ku lakukan...
Ak butuh waktu untuk memikirkan apa yang seharusnya ku lakukan...

Filosofi Hidup "Kura-kura"

Ketika kita mendengar kata "kura-kura", yang terlintas di pikiran kita pastilah seekor hewan reptilia amfibi yang memiliki tulang di luar tubuh berbentuk cangkang yang sangat keras di punggungnya.

Tetapi tahukah Anda, ada  hal menarik mengenai kura-kura yang dapat kita jadikan sebagai pembelajaran bagi hidup kita, apakah itu??

Pernahkan Anda melihat kura-kura ketika berjalan? Apakah kura-kura pernah berjalan mundur?. Ketika kura-kura berjalan, ia selalu berjalan lurus ke depan. Kalaupun terdapat halangan di depannya, ia tidak pernah berjalan mundur, ia pasti akan bergerak menyamping untuk mencari jalan lain agar ia tetap bisa mencapai tujuannya. Mungkin hal ini terdengar biasa saja. tetapi sebenarnya hal ini dapat kita jadikan pembelajaran bagi hidup kita.Ketika kita menjalani kehidupan,tentunya kita tidak pernah lepas dari MASALAH. Bagi sebagian orang, masalah di anggapnya sebagai momok yang menakutkan, dan mereka cenderung untuk takut menghadapinya. Bahkan ketika tidak menemukan solusi untuk memecahkan masalah, kita langsung berputus asa dan frustasi. Teman, belajarlah dari seekor kura-kura, jangan berputus asa ketika kau tidak bisa menemukan solusi dari permasalahan yang sedang di hadapi,pasti ada jalan keluar untuk setiap permasalahan. Selama kita mau berusaha dan fokus mencapai tujuan,pasti selalu ada jalan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Kemudian, kura-kura selalu membawa cangkangnya kemanapun ia pergi. Ia tidak perduli seberapa berat beban (cangkang) yang ia bawa,ia akan terus berjalan, tanpa pernah lelah dan mengeluh. Bahkan sekalipun ia mendaki gunung yang tinggi, ataupun mengarungi lautan yang luas, ia tidak pernah meninggalkan cangkangnya. Ibaratkan saja "cangkang" itu sebagai sebuah permasalahan yang sedang kita hadapi. Seberat apapun permasalahan yang kita alami, jangan pernah merasa lelah, mengeluh, atau bahkan meninggalkannya. 

Pembelajaran berikutnya yang bisa kita ambil dari seekor kura-kura adalah kura-kura sebagai hewan amfibi. kura-kura dapat hidup dimanapun ia berada, di air, ataupun di darat. Ia selalu bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Hendaknya kita sebagai manusia juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kita berada.

Mungkin sebagai pembelajaran terakhir yang bisa kita ambil dari seekor kura-kura adalah mengenai cara berjalannya yang sangat lambat. Meskipun berjalan dengan sangat lambat, tetapi kura-kura selalu sampai ke tempat yang hendak di tujunya. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah mengenai kesabaran dan sikap kehati-hatian. Untuk mencapai suatu tujuan, hendaknya kita harus melakukannya dengan hati-hati dan penuh kesabaran agar hasil yang di capai bisa optimal dan sesuai dengan harapan.

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita ambil pelajarannya dari seekor kura-kura. Jika dari seekor kura-kura saja kita bisa mengambil begitu banyak pelajaran, bagaimana dengan hewan-hewan yang lainnya? atau mungkin tumbuhan?
Ya, alam selalu memberikan banyak pembelajaran bagi kita. Tuhan selalu menciptakan segala sesuatu dengan manfaatnya masing-masing. Kita di beri keistimewaan akal di bandingkan dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya agar kita sebagai manusia dapat mengambil hikmah dan pembelajaran tentang segala sesuatu yang ada di alam ini.
Semoga ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran kita bersama, AMIN....




Rabu, 14 November 2012

Angin Malam

Angin malam yg dingin,,
mengantarkanku menghadap peraduanku..

Angin malam yg dingin,,
mengantarkanku kepada mimpi2 indahku..

Angin malam yg dingin,,
membuatku terbuai di dalam kenestapaan..

Angin malam yg dingin,,
membangunkanku dari buaian angan2ku..

Angin malam yg dingin,,
menyongsong lamunan di tiap malam2ku...

Angin malam yg dingin,,
membuatku terpaku pd satu wajah...

Angin malam yg dingin,,
menghanyutkan ku di dalam rasa syg yg begitu indah...

Angin malam yg dingin,,
dapatkah kau sampaikan desiran kata di dalam hatiku..??

Angin malam yg dingin,,
aku rindu padanya...

Download Contoh "Studi Kelayakan Proyek"

Studi Kelayakan Proyek (SKP) merupakan salah satu mata kuliah pilihan bagi mahasiswa jurusan Teknik Sipil. Tujuan dari Studi Kelayakan adalah untuk menilai kelayakan suatu gagasan usaha/proyek. Hasil penilaian nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk menolak atau menerima usaha/proyek yang direncanakan.

Selain itu tujuan dilakukannya Studi Kelayakan Proyek adalah untuk mencari jalan keluar agar dapat meminimalkan hambatan dan resiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang karena keadaan yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Mengingat bahwa kondisi yang akan datang penuh dengan ketidakpastian, maka di perlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut dapat digunakan untuk memutuskan apakah suatu proyek itu dapat dilaksanakan, di tunda, atau bahkan di batalkan.

Menurut saya pribadi, seharusnya mata kuliah ini tidak hanya di jadikan sebagai mata kuliah pilihan. Mengingat pentingnya mata kuliah ini bagi mahasiswa jurusan Teknik Sipil, sebaiknya mata kuliah ini di jadikan sebagai mata kuliah WAJIB.

Untul lebih memahami tentang Studi Kelayakan Proyek, berikut ini adalah beberapa contoh Studi kelayakan terhadap suatu usaha/proyek :
1. Studi Kelayakan Jalan Lintas Utara-selatan Nias (download disini)
2. Studi Kelayakan Pengembangan Bandara Minangkabau (download disini)
3. Studi Kelayakan Pengembangan Pelabuhan (download disini)
4. Studi Kelayakan Pengembangan Gedung Parkir (download disini)

Contoh-contoh di atas saya peroleh dari beberapa sumber yang kemudian saya rangkum menjadi satu materi. Semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Studi Kelayakan Proyek(SKP).

Senin, 12 November 2012

Pengembangan Sumber Daya Air (Erosi)

Buat rekan-rekan mahasiswa yang lagi cari-cari materi tentang Pengembangan Sumber Daya Air (materi : erosi), mungkin bisa di liat nih rangkuman materi yg udah saya buat,semoga bermanfaat. Silahkan dowload di sini

Download "Perencanaan Mercu Bendung"

Berikut ini adalah contoh sederhana slide power point mengenai PERENCANAAN MERCU BENDUNG, dapat digunakan juga untuk penyampaian materi/presentasi karena di lengkapi dengan contoh perhitungan sederhana, untuk lebih lengkapnya silahkan download di sini

Kamis, 08 November 2012

Cinta itu......

Pernah Anda mendengar kata CINTA?
Pernahkah Anda merasakan CINTA?
Apakah CINTA membuat Anda senang? atau bahkan sedih?
atau mungkin biasa saja?

Ada yang bilang, CINTA itu satu kata berjuta makna, hanya terdiri dari satu kata,tetapi memiliki banyak sekali makna.
Ada juga yang bilang, CINTA itu "buta", CINTA dapat "melumpuhkan" logika, dll....
ya,tidak bisa di pungkiri,itu semua memang benar...

Buat Anda yang masih bingung dan masih belum mengerti apa itu CINTA, berikut ini saya akan memaparkan beberapa definisi, gambaran, deskripsi, mengenai CINTA.....

CINTA itu....

KOMITMEN.
Cinta itu bukanlah hal yang dapat di permainkan. Karena segala sesuatu yang menyangkut tentang CINTA, akan berkaitan dengan HATI. HATI adalah bagian dari sisi terlembut dari manusia, gampang menyentuhnya, gampang pula menyakitinya. Oleh karena itu CINTA sangat membutuhkan KOMITMEN, perlu dirancang dan direncanakan sebaik mungkin.

FITRAH.
Cinta adalah anugerah terindah yang di berikan Tuhan kepada manusia. Manusia di ciptakan dengan penuh rasa CINTA. Tetaplah jaga kefitrahan CINTA itu agar CINTA tetap menjadi anugrah terindah dalam hidup kita.

ALTRUISTIK.
Artinya, CINTA itu selalu mementingkan orang lain dibandingkan diri sendiri. Pernah mendengar ungkapan, "CINTA itu butuh PENGORBANAN"? Ya seperti itulah yang dimaksud.

KEBAIKAN.
Kebaikan dalam kata-kata menciptakan kepercayaan diri. Kebaikan dalam pikiran menciptakan keagungan. Kebaikan dalam pemberian, menciptakan CINTA.
- Lao Tzu -

KEBIJAKSANAAN.
Hati yang penuh rasa cinta kasih adalah kebijaksanaan yang paling tinggi.
- Charles Dickens -

KEBAHAGIAAN.
Mencintai adalah menempatkan kebahagiaan kita pada kebahagiaan mereka yang kita cintai. Ketika kita mencintai, kita merasa bahagia bila yang kita cintai berbahagia.
- G. W. Von Leibnitz -


Apapun yang Anda katakan tentang CINTA, itulah CINTA. CINTA tidak terbatas pada definisi satu orang saja, tiap orang pasti memiliki masing2 definisi tentang CINTA.

Cintailah CINTA yang Anda miliki.....
Berikan CINTA kepada siapapun yang Anda temui.
Jangan biarkan orang yang datang kepada Anda, tidak merasa lebih bahagia dari sebelumnya....

Kamis, 18 Oktober 2012

Bahan Ajar Analisa Struktur 1

http://www.scribd.com/doc/52373850/Buku-Ajar-Analisa-Struktur-I

SNI-Beton 2002

http://www.scribd.com/doc/13000401/200212-SNI-0328472002-Beton