Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 22 November 2012

Tragedi Munich 1958

Ketika mendengar kata MANCHESTER UNITED, orang-orang pasti sudah tahu bahwa itu adalah sebuah tim sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester. Tim ini telah menorehkan berbagai prestasi, baik di kompetisi domestik maupun internasional. Tetapi tahukah,bahwa pada tahun 1958 tim ini pernah mengalami sebuah kecelakaan pesawat yang merenggut hampir seluruh skuad United saat itu. Berikut sekilas mengenai peristiwa itu yang kemudian lebih di kenal dengan nama "Tragedi Munich 1958".


     Pada tahun 1958, United bertandang ke Yugoslavia untuk bertanding menghadapi Red Star Belgrade dalam sebuah ajang pertandingan Piala Eropa 1957-1958. Petaka terjadi pada saat perjalanan pulang ke Manchester (6 Februari 1958 pukul 15.04 waktu setempat). Pesawat yang di gunakan saat itu adalah pesawat sekelas Airspeed Ambasador (British European Airways penerbangan 609) . Pesawat harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar. Setelah mengisi bahan bakar, sang pilotKapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek. Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

     Pasca kecelakaan diadakanlah sebuah penyelidikan. Pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata. Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.

     Tragedi Munich tanggal 6 Februari 1958 itu merenggut nyawa 8 pemain tim – Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan – dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.  Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karir sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munich mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

     Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun ketika  Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan banyak pemain, mereka bisa mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi Munich.

     Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki sisi skill teknis dan keatletisan yang luar biasa. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

     Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para korban "tragedi Munich 1958", pihak klub membuat plakat memorial Munich yang saat ini berdiri di sisi tribun East Stand. Bentuknya adalah replika Old Trafford jika di lihat dari sisi udara. Selain Plakat Memorial Munich, salah satu bentuk penghormatan lain adalah Jam Memorial Munich yang juga di tempatkan di salah satu sudut Old Trafford.

Untuk mengenang tragedi ini, sebuah band folk dari Liverpool membuat sebuah lagu yang berjudul "The Flowers of Manchester" yang di dedikasikan untuk The Busby Babes (sebutan untuk skuad United pada saat itu). Berikut adalah lirik lagu "The Flowers of Manchester" :

One cold and bitter Thursday, in Munich, Germany,
Eight great football stalwarts conceded victory,
Eight men will never play again, who met destruction there,
The Flowers of English football, the flowers of Manchester.

Matt Busby's boys were flying home, returning from Belgrade,

This great United family, all masters of their trade,
The pilot of the aircraft, the skipper Captain Thain,
Three times he tried to take off and twice turned back again.

The third time down the runaway, disaster followed close,

There was slush upon that runaway and the aircraft never rose,
It ploughed into the marshy ground, it broke, it overturned.
And eight of the team were killed when the blazing wreckage burned.

Roger Byrne and Tommy Taylor, who were capped for England's side.

And Ireland's Billy Whelan and England's Geoff Bent died,
Mark Jones and Eddie Colman, and David Pegg also,
They all lost their lives, as it ploughed on through the snow.

Big Duncan he went too, with an injury to his brain,

And Ireland's brave Jack Blanchflower will never play again,
The great Matt Busby lay there, the father of this team
Three long months were to pass, before he walked again.

The trainer, coach and secretary, and a member of the crew,

And eight great sporting journalists, who with United flew,
And one of them was Big Swifty, who we'll ne'er forget,
The finest English goalkeeper that ever graced the net.

Oh, England's finest football team, its record truly great,

It's proud successes mocked by a cruel turn of fate.
Eight men will never play again, who met destruction there,
The flowers of English football, the flowers of Manchester!

Selain itu, pada tahun 2004, Steven Patrick Morrissey juga membuat sebuah lagu sebagai ungkapan kerinduannya kepada The Busby Babes, lagu tersebut berjudul "Munich Air Disaster 1958". Berikut adalah lirik lagu tersebut:

We love them
We mourn for them
Unlucky boys of Red

I wish I'd gone down

Gone down with them
To where Mother Nature makes their bed

We miss them

Every night we kiss them
Their faces fixed in our heads

I wish I'd gone down

Gone down with them
To where Mother Nature makes their bed

They can't hurt you

Their style will never desert you
Because they're all safely dead

I wish I'd gone down

Gone down with them

Yang paling anyar adalah sebuah band dari Sunderland yang bernama The Futureheads, di dalam album kedua mereka yang di rilis pada tahun 2005, terdapat sebuah lagu yang berjudul "News and Tributes". Lagu ini mereka buat untuk mengenang tragedi di Munich. Berikut adalah lirik lagunya:

Cut down in their prime,
In silence, on that day,
February 58, they got what they need,
From Belgrade and back home to sleep.

More than a name, to millions,

What could have been changed,
By all the boys leaving Munich on that day,
The snow came and sent them to sleep.

[CHORUS]


(This, fall, was, greater than them all)

News and tributes come leaking (in)
As all eyes turn to Rome,
I forgotten the sadness (feel)
Voices turn us towards.

Cut down in their prime,

In silence, on that day,
February 58, they got what they need,
From Belgrade and back home to sleep.

[CHORUS]


(This, fall, was, greater than them all)

News and tributes come leaking (in)
As all eyes turn to Rome,
I forgotten the sadness (feel),
Voices turn us towards.
They're still singing despite the (years)
Sending them back into Rome,
There's a ringing in the (ears),
That lasts them here to war.

News and tributes,

(Lick it in
Lick it in,
Lick it in)



 

0 komentar:

Posting Komentar